[ RENUNGAN ] Anak Adalah Kita

Tulisan ini bukan sebagai bentuk dukungan kami untuk presiden Joko Widodo. Jadi jangan salah paham dulu. Memang ada kemiripan dengan jargon yang beliau pakai ketika kampanye presiden tahun 2014 lalu. Terceletuk karena distimulus oleh jargon tersebut bisa jadi iya. Namun tidak dalam rangka mendukung presiden Jokowi maupun sistem kapitalisme demokrasi yang saat ini diterapkan di negeri ini. Maklum keluarga kecil kami memilih untuk tidak memilih karena ada hal lain yang jauh lebih bagus daripada sistem kehidupan yang dipakai saat ini. 

Tulisan ini terinspirasi oleh kejadian sore ini. Saat kami akan berangkat untuk sholat maghrib di Masjid. Saat pamit dengan istri, istri bilang "Hati-hati ya ayah". Tanpa dikomando anak kami yang setengah ngantuk pun mengucapkan hal yang sama. "Hati-hati ya ayah". Dari kejadian itulah istri menyimpulkan bahwa anak adalah kita.

Anak Lucu dengan Kaos Dewasa

Teringat akan hadist berikut : “Setiap anak yang lahir dilahirkan di atas fitrah, maka kedua orang tuanya lah yang menjadikannya Yahudi, Majusi, atau Nasrani.”. Ya, jika dalam hal agama yang merupakan perkara besar, tentu dalam perkara kecil anak-anak kita akan mengikuti kita juga. Maka jika kita melihat anak kita suka marah uring-uringan, cobalah tengok kondisi kita sebagai orang tua. Jika kita melihat anak kita suka berbohong, sebelum menyalahkan televisi dan lingkungan, tengoklah kondisi kita sebagai orang tua. Mari sama-sama berinstropeksi.

0 Response to " [ RENUNGAN ] Anak Adalah Kita "

Posting Komentar