Foto Aksi Penjarakan Penista Al Quran Jogja - Bergerak dengan HATI bukan EMOSI

Jumat 28 Oktober 2016, umat Islam jogja dari berbagai elemen seperti FUI, Teras Dakwah, Majelis Mujahidin, BKPRMI, FSLDK dan yang lainnya melakukan aksi damai menolak penistaan Al Quran oleh gubernur Jakarta, Basuki Cahya Purnama alias Ahok. Aksi damai tersebut berjalan dengan tertib. Kami mengambil beberapa foto dan caption yang menggugah dari facebook Teras Dakwah, semoga bermanfaat.

Masa Mulai Bergerak Dari Masjid Gede Kauman ke Gedung Agung Jogja
Kerumuna Umat Islam Jogja Menolak Gubernur Jakarta
Orasi Dai Kondang Ustad Salim A Fillah
Bendera Islam - Al Liwa - Terlihat Di Sekitar Aksi Umat Islam
Sholat Ashar Berjamaah Para Peserta Aksi

=====================================
Kami bergerak dalam barisan rapi jum'at tadi. Hati yang saling terpaut bukan karena kepentingan diri ataupun pribadi.

Digerakkan hati kami oleh Allah sang pemilik diri, berbaris rapi menunjukkan Islam adalah agama yang dinanti.

Adakah kami merusak disekitar kami ? Kami bergerak bukan karena politisasi atau apalah bahasa tivi. Kami bergerak karena keyakinan kami, ayat ayat suci mulai diganggu dan terasa sakit bagi kami.

Dan hari ini ingin kami tunjukkan, islam adalah agama CINTA bukan SARA. Karena cinta pada keyakinan kami yang terusik maka kami bela apa yang sudah kami cintai.

Semoga Allah menjaga kerapian barisan dan niatan kami, dan lihatlah hari ini adakah kami seperti apa yang dimunculkan melalui opini tak bertanggung jawab ?

Mari tanyakan nuranimu kawan.

Tim Teras Dakwah
=======================================

Yang menggembirakan adalah adanya gelora untuk menerapkan aturan Islam dalam kehidupan dalam aksi tersebut. Hal tersebut dilihat dari munculnya umat Islam yang membawa bendera Islam, yaitu Al Liwa  dan Ar Royya, bahkan ust Puji Hartono sempat melontarkan hal tersebut kepada peserta aksi.

Sumber gambar & caption via : FB teras Dakwah

0 Response to " Foto Aksi Penjarakan Penista Al Quran Jogja - Bergerak dengan HATI bukan EMOSI "

Posting Komentar