MENGAPA HARUS ALEPPO? & Solusi Konflik Tersebut..

Sengaja kami ketengahkan pembahasan solusi konflik di Aleppo serta mengapa hal tersebut terjadi dari sudut pandang sejarah. Sungguh kejadian yang menimpa saudara kita di Suriah tersebut menyayat hati kita sebagai kaum muslimin. Bagaimana tidak, ratusan ribu kaum muslimin didholimi disana. Tak peduli orang dewasa dan anak-anak. Bagian pertama merupakan tulisan dari Ust Hakimudin Salim dari sisi sejarah konflik di kota Halab (Aleppo).  

Suasana Konflik Aleppo - Via CNN

A. Sejarah Konflik di Aleppo Suriah
=====================================
MENGAPA HARUS ALEPPO?

Keterputusan umat dari sejarah gemilang pendahulunya adalah musibah besar dan sebuah tragedi peradaban. Karena dari sinilah, etos kepahlawanan dan memoar perlawanan atas kezhaliman, berangsur hilang dari ingatan.

Mungkin sebab itu juga, kota Halab (Aleppo) berkali-kali menjadi ladang pembantaian Rezim Syiah Nushairiyah di Syiria. Karena di Halab lah, prasasti sejarah perlawanan Umat disemayamkan. Tentu, di samping pertimbangan strategis-geografis yang lain.

Syekh Prof. Dr. 'Ali Muhammad 'Audah, Pakar Tarikh Perang Salib, menjelaskan dari aspek sejarah mengapa kota Halab menjadi prioritas pembumi-hangusan:

Karena Halab pernah menjadi titik tolak pengiriman pasukan Muslimin melawan Imperium Romawi, sejak periode Khilafah Rasyidah, Umawiyah, hingga berakhir di zaman Khilafah 'Abbasiyah.

Karena Halab pernah menjadi basis dan pondasi utama perjuangan umat Islam, yang dibangun oleh Sultan 'Imadudin dalam  melawan tentara Salib di Syam.

Karena Halab pernah memimpin kota-kota di Syam, melawan tirani Daulah 'Ubaidiyyah yang merupakan perpanjangan tangan Rafidhah dan Majusi dalam menjajah Syam selama lebih dari setengah abad.

Pada tahun 462 H, Halab menjadi negeri yang pertama kali menentang kediktatoran Al-'Ubaidiyyin yang bermazhab Syiah. Lalu munashohah dan loyal kepada Sultan Saljuq dan Khilafah 'Abbasiyah yang Sunni. Hingga berikutnya langkah itu diikuti Damaskus.

Pada tahun 463 H, saat Sultan Alib Arsalan sedang di Halab melawan 'Ubaidiyyah, ia mendengar pasukan Romawi ikut keluar serta, lalu dari Halab lah ia bertolak menghantam Romawi.

Pada tahun 539 H, dari Halab lah Sultan Nuruddin sukses menghancurkan kekuasaan Daulah Reha dan menjadi akhir tirani Nashrani di seluruh penjuru Syam.

Pada tahun 543 H, dari Halab Sultan Nuruddin mampu menahan serangan Raja Reymond dan sekutunya dari kalangan Syi'ah Bathiniyyah, yaitu 'Ali Wafa. Hingga sang Sultan membunuh keduanya di pinggir Halab bagian barat.

Dari Halab lah, Sultan Nuruddin membangun aliansi perlawanan. Lalu pada tahun 546 H, Muslimin Dimasyq bergabung. Hingga menjadi kokoh lah barisan Muslimin melawan penjajahan.

Dari Halab lah, Sultan Nuruddin berhasil menahan serangan koalisi Nashrani, yang terdiri dari tentara Salib, Romawi, dan Armenia. Hingga mereka porak-poranda pada bulan Ramadhan, tahun 559 H.

Dari Halab lah, pada tahun 559, 562, dan 564 H, Sultan Nuruddin mengirim pasukan ke Mesir. Hingga Mesir pun turut bergabung dalam front pertempuran melawan tentara Salib dan Rafidhah 'Ubaidiyyah.

Penduduk Halab lah, yang terkenal sangat mahir dan lihai dalam menerobos dan menghancurkan benteng musuh. Mereka lah yang berhasil menghancurkan benteng Reha, Quds, 'Uka, dan kota lain yang saat itu menjadi pertahanan musuh.

Maka tidak mengherankan, jika hari ini, berdasar atas dendam masa lalu, Syi'ah Rafidhah, Majusi, Komunis, Nashrani, Yahudi, bersatu hancurkan Halab. Yang mengherankan adalah, saat kaum Ahlus Sunnah masih saling berpecah. Diam seribu bahasa, tak kunjung melakukan apa-apa.

Kota Nabi, 17-3-1438 H

@hakimuddinsalim

=================================

B. Solusi Konflik Suriah

Saat terjadi masalah terhadap kaum muslimin yang faktanya terindra dengan jelas. Umat akan lebih mudah memberikan respon terhadap hal tersebut. Seperti saat kota Gaza di bombardir oleh entitas Israel. Gelombang pembelaan umat Islam muncul dari berbagai penjuru dunia. Saat ini pun sama. Umat Islam dari banyak negara sudah menyuarakan pembantaian di Aleppo ini. Mulai dari Kuwait, Qatar, Palestina, Indonesia, Belanda, Australia dll. 

Namun, yang jadi masalah, apakah respon terhadap kejadian tersebut sudah tepat dan sampai pada titik solusi yang tuntas akan masalah tersebut? Itulah yang harus kita instropeksikan sebagai umat muslim. Jangan sampai kasus serupa terjadi lagi kedepannya. Sungguh, agenda permasalahan umat ini sangatlah banyak, ada juga saudara kita di Palestina, Rohingya dan Xinjiang.

Alhamdulillah saat ini banyak umat Islam yang semakin sadar akan kejadian konflik di bumi Syam tersebut. Berbagai ajakan untuk membantu saudara kita muncul, mulai dari mengajak mendoakan mereka, membaca qunut nazilah, menyerukan aksi penolakan hingga memberikan bantuan.

Sebagai mukmin yang baik, kita berusaha untuk memberikan pertolongan yang optimal. Mendoakan mereka dan membaca qunut nazilah merupakan salah satu cara yang bisa dilakukan. Namun, jangan sampai kita mencukupkan diri akan hal tersebut. Selayaknya kita mengoptimalkan kaidah sebab akibat atau sunnatullah kejadian untuk membantu mereka. Sebagaimana dulu Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam melakukan doa dan banyak persiapan ketika berperang di jalan Allah.

Opsi memberikan bantuan juga selayaknya tidak membuat kita berpuas diri. Ingat, bantuan kemanusiaan akan berguna untuk pengungsi dan recovery pasca perang. Namun saat ini kalangan yang ngotot melakukan perang disana masih ada. Harus dipikirkan bagaimana cara mengatasi hal mereka.

Sekedar aksi penolakan juga tidak akan mampu untuk menghentikan hal tersebut. Menurut hemat kami, selayaknya kejadian ini dijadikan momentum untuk menyadarkan umat betapa umat Islam butuh persatuan yang real dalam satu kepemimpinan. Sebagaimana dulu saat masa khulafaur rasyidin dan setelahnya. Pada saat itu ada khalifah di tengah umat Islam yang siap melakukan pembelaan, bahkan saat yang dilecehkan seorang wanita saja. Namun saat ini, yang sudah terdholimi sudah ratusan ribu. Semoga itu menyadarkan akan vitalnya sistem Islam bagi umat ini. 

Telah diriwayatkan dari Abi Hurairoh,dari Nabi SAW, beliau pernah bersabda:

عَنْ ‏ ‏أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ النَّبِيِّ ‏‏صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ‏ ‏قَالَ‏” ‏إِنَّمَا الْإِمَامُ ‏‏جُنَّةٌ ‏ ‏يُقَاتَلُ مِنْ وَرَائِهِ وَيُتَّقَى بِهِ فَإِنْ أَمَرَ بِتَقْوَى اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ وَعَدَلَ كَانَ لَهُ بِذَلِكَ أَجْرٌ وَإِنْ يَأْمُرْ بِغَيْرِهِ كَانَ عَلَيْهِ مِنْهُ” رواه مسلم

"Sesungguhnya Imam itu adalah perisai. Umat akan diperangi dari belakangnya dan akan dijaga olehnya. Jika ia memerintahkan taqwa kepada Allah dan berbuat adil maka ia akan akan mendapatkan pahala (yang sangat besar). Namun jika memerintahkan selain itu maka ia akan mendapat dosa karenanya." HR.Muslim 

Jadi sudah saatnya kita berani untuk terang-terangan menyampaikan kepada umat akan pentingnya keberadaan khalifah. Sudah saatnya umat meminta diterapkan aturan Islam dalam kehidupan untuk menjadi solusi konflik Suriah dan banyak permasalahan lainnya. Mau sampai kapan kita seperti ini?

0 Response to " MENGAPA HARUS ALEPPO? & Solusi Konflik Tersebut.. "

Posting Komentar