Tata Cara Shalat Selama Berada di Perjalanan, Bagaimana?
Saat melakukan perjalanan jauh, umat Muslim tetap memiliki kewajiban untuk menunaikan ibadah dengan sebaik mungkin. Salah satu hal yang sering menjadi pertanyaan adalah bagaimana menjalankan shalat di perjalanan ketika kondisi tidak selalu ideal seperti saat berada di rumah.
Perjalanan yang panjang, perubahan waktu, hingga keterbatasan tempat sering membuat sebagian orang merasa bingung atau bahkan menunda ibadah. Padahal dalam ajaran Islam, terdapat berbagai kemudahan yang diberikan agar shalat di perjalanan tetap bisa dilaksanakan dengan tenang tanpa memberatkan.
Dalam kondisi tertentu, seorang Muslim diperbolehkan untuk melakukan keringanan seperti mengqashar atau menjamak shalat, termasuk musafir. Namun, tidak semua perjalanan otomatis membuat seseorang menjadi musafir. Ada beberapa syarat musafir yang menjadi dasar seseorang mendapatkan keringanan dalam beribadah selama perjalanan.
Sebelum melakukan perjalanan, sebenarnya Anda bisa “menjaga” wudhu dari rumah. Jadi, ketika waktu shalat tiba, Anda sudah berada dalam kondisi suci sehingga tidak perlu terburu-buru mencari tempat untuk bersuci di tengah perjalanan. Namun dalam prakteknya, perjalanan jarak jauh sering menghadirkan berbagai kondisi yang tidak selalu mudah.
Misalnya ketika berada di kendaraan umum, pesawat, kereta api, bus, atau mobil pribadi yang sedang melaju di jalan tol. Situasi seperti ini terkadang membuat seseorang kesulitan mencari air untuk berwudhu. Oleh karena itu, memahami cara bersuci selama perjalanan menjadi salah satu hal penting yang perlu diketahui.
Apalagi bagi keluarga yang bepergian jauh atau bahkan berwisata membawa bayi yang waktu dan kondisi perjalanan tidak selalu bisa diprediksi. Dalam beberapa penjelasan ulama, apabila penggunaan air dirasa sulit atau tidak memungkinkan, umat Muslim yang sedang melakukan perjalanan diperbolehkan bersuci dengan cara tayamum.
Tayamum merupakan metode bersuci menggunakan debu atau permukaan berdebu yang bersih dari najis. Cara melakukan tayamum sebenarnya cukup sederhana. Sebelum memulai tayamum, jangan lupa membaca bismillah serta menghadirkan niat dalam hati sebagai bagian dari tata cara bersuci sebelum melaksanakan shalat.
Lalu, tepukkan kedua telapak tangan pada permukaan yang terdapat debu dan dipastikan bersih dari najis. Permukaan tersebut bisa berupa sandaran kursi, kaca kendaraan, atau bagian lain yang memiliki debu tipis. Setelah itu, Anda bisa meniup telapak tangan secara perlahan agar debu yang menempel tidak terlalu tebal.
Selanjutnya, usapkan kedua telapak tangan tersebut ke wajah dan kemudian ke kedua tangan. Dalam tayamum, usapan tidak perlu dilakukan berulang kali seperti saat berwudhu. Cukup satu kali usapan sudah dianggap sah untuk menggantikan wudhu.
Salah satu hal yang sering menimbulkan kebingungan saat hendak melaksanakan shalat di perjalanan adalah mengenai arah kiblat. Seperti yang kita ketahui, umat Muslim menghadap ke arah Ka’bah ketika menunaikan shalat. Namun, kondisi tentu menjadi berbeda ketika seseorang berada di dalam kendaraan yang sedang bergerak.
Dalam beberapa penjelasan, ketika seseorang melaksanakan shalat di dalam kendaraan, arah kiblat dapat menyesuaikan dengan arah kendaraan tersebut. Ketentuan ini menjadi salah satu bentuk kemudahan yang diberikan Allah SWT agar umat-Nya tetap bisa menunaikan kewajiban shalat meskipun sedang berada dalam perjalanan.
Meski demikian, apabila memungkinkan, Anda tetap dianjurkan untuk berusaha menghadap kiblat pada awal shalat. Setelah itu, ketika kendaraan kembali bergerak atau arah berubah, shalat tetap dapat dilanjutkan mengikuti arah kendaraan.
Dikutip dari jombang.nu.or.id, dijelaskan bahwa "shalat fardhu tidak boleh dilakukan dalam kendaraan yang sedang berjalan secara mutlak karena menetap di bumi menjadi syarat sah shalat. Akan tetapi jika seseorang turun untuk melakukan shalat, khawatir terhadap keselamatan dirinya, hartanya, atau tertinggal rombongan yang membuatnya gelisah, maka ia boleh melakukan shalat fardhu di dalam kendaraan yang sedang berjalan menghadap ke arah tujuannya, dilakukan dengan cara berisyarat dalam melakukan rukun fi’linya dan wajib mengqodlo’nya. Boleh melakukan shalat fardhu dalam kendaraan yang sedang berjalan atau berhenti jika kendaraan sudah ada yang mengemudikan dan tetap menghadap kiblat dan rukun-rukun shalat bisa dilakukan dengan sempurna."
Dengan kata lain, dari penjelasan tersebut bisa diambil kesimpulan bahwa shalat selama perjalanan atau shalat di kendaraan hukumnya boleh dan sah.
Demikianlah beberapa hal terkait shalat di perjalanan. Dengan penjelasan tersebut sudah jelas bahwa tidak ada alasan bagi seorang Muslim untuk meninggalkan shalat. Karena Allah SWT memberikan kemudahan bagi hamba-Nya, termasuk dalam hal ibadah. Semoga informasi yang kami berikan bermanfaat.
Perjalanan yang panjang, perubahan waktu, hingga keterbatasan tempat sering membuat sebagian orang merasa bingung atau bahkan menunda ibadah. Padahal dalam ajaran Islam, terdapat berbagai kemudahan yang diberikan agar shalat di perjalanan tetap bisa dilaksanakan dengan tenang tanpa memberatkan.
Dalam kondisi tertentu, seorang Muslim diperbolehkan untuk melakukan keringanan seperti mengqashar atau menjamak shalat, termasuk musafir. Namun, tidak semua perjalanan otomatis membuat seseorang menjadi musafir. Ada beberapa syarat musafir yang menjadi dasar seseorang mendapatkan keringanan dalam beribadah selama perjalanan.
Cara Bersuci ketika Shalat di Perjalanan
![]() |
| Shalat adalah ibadah wajib bagi Muslim, Sumber: daaruttauhiid.org |
Misalnya ketika berada di kendaraan umum, pesawat, kereta api, bus, atau mobil pribadi yang sedang melaju di jalan tol. Situasi seperti ini terkadang membuat seseorang kesulitan mencari air untuk berwudhu. Oleh karena itu, memahami cara bersuci selama perjalanan menjadi salah satu hal penting yang perlu diketahui.
Apalagi bagi keluarga yang bepergian jauh atau bahkan berwisata membawa bayi yang waktu dan kondisi perjalanan tidak selalu bisa diprediksi. Dalam beberapa penjelasan ulama, apabila penggunaan air dirasa sulit atau tidak memungkinkan, umat Muslim yang sedang melakukan perjalanan diperbolehkan bersuci dengan cara tayamum.
Tayamum merupakan metode bersuci menggunakan debu atau permukaan berdebu yang bersih dari najis. Cara melakukan tayamum sebenarnya cukup sederhana. Sebelum memulai tayamum, jangan lupa membaca bismillah serta menghadirkan niat dalam hati sebagai bagian dari tata cara bersuci sebelum melaksanakan shalat.
Lalu, tepukkan kedua telapak tangan pada permukaan yang terdapat debu dan dipastikan bersih dari najis. Permukaan tersebut bisa berupa sandaran kursi, kaca kendaraan, atau bagian lain yang memiliki debu tipis. Setelah itu, Anda bisa meniup telapak tangan secara perlahan agar debu yang menempel tidak terlalu tebal.
Selanjutnya, usapkan kedua telapak tangan tersebut ke wajah dan kemudian ke kedua tangan. Dalam tayamum, usapan tidak perlu dilakukan berulang kali seperti saat berwudhu. Cukup satu kali usapan sudah dianggap sah untuk menggantikan wudhu.
Kiblat ketika Shalat di Perjalanan, Bagaimana?
![]() |
| Ilustrasi orang shalat dalam kendaraan, Sumber: depok.tanyasyariah.com |
Dalam beberapa penjelasan, ketika seseorang melaksanakan shalat di dalam kendaraan, arah kiblat dapat menyesuaikan dengan arah kendaraan tersebut. Ketentuan ini menjadi salah satu bentuk kemudahan yang diberikan Allah SWT agar umat-Nya tetap bisa menunaikan kewajiban shalat meskipun sedang berada dalam perjalanan.
Meski demikian, apabila memungkinkan, Anda tetap dianjurkan untuk berusaha menghadap kiblat pada awal shalat. Setelah itu, ketika kendaraan kembali bergerak atau arah berubah, shalat tetap dapat dilanjutkan mengikuti arah kendaraan.
Memahami Tata Cara Shalat di Perjalanan
Memahami tata cara melaksanakan shalat di perjalanan bisa membantu mengurangi rasa bingung saat waktu shalat tiba. Berikut beberapa langkah yang bisa dilakukan ketika melaksanakan shalat di dalam kendaraan ketika sedang melakukan perjalanan:- Ketika berada di dalam kendaraan, shalat dapat dilakukan dengan posisi duduk di kursi. Awali dengan membaca niat dalam hati, kemudian dilanjutkan dengan takbiratul ihram seperti ketika memulai shalat pada umumnya.
- Setelah takbiratul ihram, posisikan tangan bersedekap di dada atau perut sebagaimana posisi saat shalat berdiri. Kemudian lanjutkan dengan membaca doa iftitah, surat Al-Fatihah, serta surat pendek.
- Gerakan ruku’ dapat dilakukan dengan menundukkan kepala sedikit ke depan. Pada posisi ini, bacaan ruku’ tetap dibaca seperti dalam shalat pada umumnya.
- Setelah ruku’, angkat kembali kepala hingga posisi punggung kembali tegak. Kemudian bacalah doa i’tidal sebagaimana biasanya.
- Untuk gerakan sujud, tundukkan kepala dan badan lebih dalam dibandingkan posisi ruku’. Pada posisi ini tetap membaca bacaan sujud sebagaimana dalam shalat biasa.
- Setelah sujud pertama, kembalilah duduk tegak di kursi. Pada posisi ini, bacalah doa duduk di antara dua sujud seperti yang biasa dilakukan saat shalat.
- Pada bagian akhir shalat, duduklah dengan posisi normal di kursi kendaraan. Letakkan kedua telapak tangan di atas paha sebagaimana posisi tahiyat. Setelah membaca bacaan tahiyat hingga selesai, akhiri shalat dengan salam ke kanan dan kiri.
Bagaimana Hukum Menjalankan Shalat di Perjalanan?
![]() |
| Hukumnya sah dan diperbolehkan, Sumber: albanjari.com |
Dengan kata lain, dari penjelasan tersebut bisa diambil kesimpulan bahwa shalat selama perjalanan atau shalat di kendaraan hukumnya boleh dan sah.
Demikianlah beberapa hal terkait shalat di perjalanan. Dengan penjelasan tersebut sudah jelas bahwa tidak ada alasan bagi seorang Muslim untuk meninggalkan shalat. Karena Allah SWT memberikan kemudahan bagi hamba-Nya, termasuk dalam hal ibadah. Semoga informasi yang kami berikan bermanfaat.



Posting Komentar untuk "Tata Cara Shalat Selama Berada di Perjalanan, Bagaimana?"