Ragam Kebudayaan Islam Bercorak Jawa


Kebudayaan Jawa memang unik. Meskipun zaman berubah namun nilai yang terkadung tetap tidak luntur. Jika anda memiliki keinginan untuk memperdalam kesenian atau budaya Jawa maka Yogyakarta menjadi kota yang sebaiknya dikunjungi. Karen keunikannya tak jarang wisatawan macanegara tertarik dan mereka mengunjungi Yogyakarta dengan layanan Yogyakarta tours

Sekaten. Sumber blogku.com


Berbicara kebudayaan Yogyakarta maka tidak lepas dari pengaruh kesultanan Mataram Islam yang pernah berdiri sebelum pecah menjadi Yogyakarta dan Surakarta. Dari kesultanan Mataram dan juga pengaruh Hindu Jawa sebelumnya tercipta ragam kebudayaan Islam bercorak jawa. Inilah kebudayaan islam bercorak Jawa yang masih bisa ditemukan.

Upacara Selamatan

Pada masa lalu ketika masyarakat Jawa masih melekat pada ajaran hindu, terdapat banyak sekali upacara-upacara skala kecil dengan disajikan beragam tumpeng, jajanan pasar, ketan, kolak dan apem. Untuk mendakwahkan ajaran Islam, para wali songo utamanya adalah Sunan Kali Jogo masih menggunakan sarana upacara adat Hindu tersebut.

Sunan Kali Jogo hanya merubah mantra-mantra dari kitab Hindu diganti dengan bacaan zikir dan tahlil. Beliau berharap dengan mengganti mantra Hindu dengan kalimah thayyibah perlahan-lahan adat Hindu tersebut akan menghilang. Namu hingga saat ini ritual adat tersebut tetap berkembang. Adanya selamatan tujuh hari, empat puluh hari dan seterusnya dalam rangkaian acara kematian membuktikan bahwa upacara adat tersebut tidak mati.

Meskipun adat tersebut menimbulkan pertentangan antara golongan pembaharu yang puritan dengan kalangan tradisionalis tetapi adat tersebut sampai hari ini masih dijalankan terutama pada golongan masyarakat tradisional di pedesaan.

Sekaten

Perayaan Sekaten adalah perayaan upacarasecara massal yang sudah dilaksanakan sejak mulainya Kesultanan Demak yang merupakan kesultanan Islam pertama di Jawa. Sekaten diadakan sebagai salah satu usaha mendakwahkan agama Islam kepada masyarakat Jawa yang pada saat itu masih terpengaruh ajaran Hindu.

Masyarakat Jawa saat itu menyukai gamelan, maka pada hari lahirnya Nabi Muhammad di halaman Masjid Agung Demak dimainkanlah gamelan, sehingga warga masyarakat berduyun-duyun datang di halaman masjid untuk mendengarkan gamelan. Pada saat masyarakat berkumpul dibacakan pula riwayat Nabi Muhammad dengan lengkap dan juga ceramah keagamaan.

Kegiatan arak-arakan membawa sesajen atau gunungan telah dilakukan pada masa Kerajaan Majapahit. Kerajaan Demak mencoba meneruskan tradisi tersebut dengan sebagian konsep acara tersebut dirubah. Pendakwah dari Wali Songo merancang acara arak-arakan sambil memperdendangkan syair Sholawat. Ternyata pengaruh Islam di Jawa ini menjadikan Islam jga mempengaruhi Lombok. Pengaruh Islam di Lombok bisa anda temukan dari berbagai kebudayaan di Lombok yang sarat akan nilai agama.

Seni Rodat

Seni rodat memang nyaris tenggelam. Sejak tahun 1960-an hingga sekarang, rodat jarang sekali tampil ke permukaan. Rodat merupakan salah satu kesenian tradisi di kalangan ummat Islam. Kesenian ini berkembang seiring dengan tradisi memperingati Maulid Nabi dan hari-hari besar Islam lainnya di kalangan umat Islam.

Kesenian ini menggunakan syair berbahasa arab yang bersumber dari Kitab Al-Barzanji, sebuah kitab sastra yang masyhur di kalangan ummat Islam. Isi dari shalawat rodat adalah bacaan shalawat yang merupakan puji-pujian terhadap Nabi Muhammad SAW. Rodat bisa Anda temukan salah satunya di daerah Jejeran, Wonokromo, Bantul. Di sana ada kelompok seni rodat yang terkenal. Rodat merupakan tarian sufi yang dimainkan oleh sekelompok penari laki-laki, penabuh rebana dan juga yang menyanyikan syair Sholawat al Barzanji secara bersama-sama.

Seni jedor

Seni Jedor. Sumber Radar Kediri

Kesenian jedor adalah salah satu kesenian yang hidup dan berkembang sejak dahulu. Tidak ada catatan yang jelas kapan kesenian ini muncul. Namun kesenian ini populer pada tahun 1930-an. Kesenian Jedor merupakan kolaborasi antara seni pencak dan jedor, Seni musik jedor ini juga merupakan seni musik yang rancak, artinya ketukan dalam memainkannya sama.

Itulah ulasan mengenai ragam kebudayaan Islam bercrak Jawa yang masih bisa ditemui. Semoga artikel ini menambah khasanah budaya pada kita. Anda bisa membagikan artikel ini jika dirasa bermanfaat. Jangan lupa membaca artikel lainnya tentang wisata Jurang Tembelan di Jogja pada blog ini. Terimakasih.







0 Response to " Ragam Kebudayaan Islam Bercorak Jawa "

Posting Komentar