[ INI LHO ] Saat Memakan Roti Croissant, Ingatlah Selalu Sejarah Yang Memilukan Umat Islam ini

Roti Croissant atau roti bulan sabit, bisa jadi diantara kita banyak yang sudah mengenalnya. Roti croissant ini banyak dijual di bakery-bakery di berbagai kota di Indonesia. Mulai dari bakery kelas menengah kebawah hingga bakery high class. Namun tahukah kita akan asal-usul sejarah dari roti tersebut. Ternyata roti ini memiliki kaitan emosi yang cukup kuat antara kaum Eropa dan Umat Islam.

Ada 2 Versi Sejarah Roti Croissant

Menurut berbagai literasi yang kami baca, ada 2 versi asal-usul roti croissant. Yang pertama, roti croissant yang enak ini dibuat untuk memperingati kemenangan pasukan Franks atas atas Bani Ummayah di Tours 732 Masehi. Kita tahu bahwa pada waktu itu pasukan kaum muslimin dibawah kepemimpinan panglima perang Abdurahman Al Ghafiqi melakukan misi jihad menaklukan Eropa. Kaum muslimin terhenti setelah mengalami kekalahan di Tours ini. Pertempuran ini dikenang para sejarawan muslim dengan sebutan pertempuran Biladus Syuhada, negeri para syuhada. Dimana kaum muslimin mengalami kekalahan yang cukup telak dan banyak yang menjadi syuhada. Itulah sejarah roti croissant versi pertama.

Adapun asal-usul roti croissant versi kedua, roti yang juga dikenal dengan sebutan roti bulan sabit ini muncul pertama kami pada tahun 1683 Masehi di Vienna Austria untuk memperingati kemenangan pasukan kristen atas  Kekhilafahan Turki Ustmani. Turki ustamani dibawah kepemimpinan Sultan Sulaiman Al Qanuni berusahan untuk menaklukan Eropa, pasukan Turki Ustmani tersebut setelah beberapa saat mengepung kota Vienna (Wina) berusaha membuat terowongan untuk menuju bagian dalam benteng. Namun ketahuan oleh pembuat roti pada malam hari akibat suara pembuatan terowongan terdengar. Akhirnya pasukan muslim bisa dipukul mundur dari Kekaisaran Austria. Itulah versi kedua sejarah roti croissant.

Ilustrasi Sejarah Roti Croissant

Gambaran Roti Croissant 

Jika melihat dari gambar roti croissant diatas, dapat kita amati bahwa roti croissant berbentuk bulan sabit. Terbuat dari tepung terigu, gula pasir, ragi instan, garam, susu bubuk dan air untuk kulitnya. Bagian olesan terbuat dari telur, krim kental dan kuning telur. Kita juga bisa menambahkan isian untuk roti croissant ini. Semisal bagian isinya diberi kacang hijau, daging, coklat, keju dan sebagainya. Roti ini sangat cocok dinikmati selagi hangat, teman untuk minum teh atau kopi.

Apakah Haram Makan Roti Croissant

Tentu tidak, selama bahan pembuatnya halal, maka roti croissant halal untuk dikonsumsi, meski punya sejarah emosi yang cukup kelam dengan kaum muslimin. Karena untuk mengharamkan dan menghalalkan sesuatu butuh dalil. Sebagaimana kaidah untuk benda, hukum asal benda / sesuatu adalah mubah selama tidak ada dalil yang mengharamkannya. Makan hukum roti croissant tidak ada kaitannya dengan sejarah dan asal-usul roti croissant tersebut.

Bagaimana Sikap Kita Sebagai Kaum Muslimin

Setelah melihat sejarah roti croissant tersebut, hendaknya kita semakin bersemangat untuk menjadikan Islam sebagai sebuah agama yang akan mengatur dunia. Dulu Rasul dan para Sahabat tetap teguh memperjuankan Islam, melakukan dakwah dan jihad untuk mengaplikasikan Islam dalam kehidupan. Yang enak pada masa itu adalah, kaum muslimin dikomando oleh seorang khalifah. Nah, saat ini kita tidak mempunyai pemimpin yang bisa menyatukan potensi seluruh umat Islam diberbagai penjuru dunia. Jadi sembari makan roti croissant yang enak dan mudah dibuat, munculkanlah semangat untuk melanjutkan misi dakwah dan jihad umat Islam terdahulu. [igeno] 



0 Response to " [ INI LHO ] Saat Memakan Roti Croissant, Ingatlah Selalu Sejarah Yang Memilukan Umat Islam ini "

Posting Komentar